#penggalauan

by April 05, 2012 0 komentar
"setiap orang memiliki batasan-batasan dalam memiliki"

yah kalimat yang dalem. seperti yang sering mereka bilang unrequited love itu pada ujungnya hanya akan mendapati dirinya sendiri tapi entah kenapa mereka masih saja terus berusaha untuk mendapatkan sedikit saja perhatian dari pujaannya.

spesies unrequited love ini biasanya sangat nampak seperti pengemis cinta. semisal cinta itu memakai kasta atau tingkatan maka spesies ini berada pada tingkatan paling bawah atau mungkin tidak berada pada daftar.

tapi mereka lebih suka disebut fakir asmara dari pada pengemis cinta, karena pada dasarnya mereka yang sering jatuh cinta diam-diam ini sering banyak berharap. harapan yang awalnya berbunyi "semoga dia menjadi milikku" hingga suatu saat harapan itu akan berubah karena keadaan yang mengharuskannya seperti itu, menjadi "semoga kau akan bahagia walau tanpa aku nantinya"

ya sangat dalem.

mereka yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya akan mencintai dirinya sendiri.
padahal sebenarnya ada banyak waktu yang mungkin menjadi timing yang pas buat ungkapin perasaannya. tapi mereka mungkin lebih merasa nyaman menjadi pemuja rahasia walau itu emang tidak imbang.

lain ceritanya dengan mereka yang emang udah ditakdirkan berada pada garis bersamanya. setiap mereka lagi ngobrol, mereka akan ngerasain "time warping".seperti berada pada lorong waktu.mereka ngobrol seolah-olah semua waktu itu berada pada timing yang pas. tidak ada yang namanya ini saatnya timing yang pas tapi merka merasakan setiap detik itu adalah timing yang pas.

mereka yang berada pada spesies unrequited love ini, memiliki banyak waktu yang terbuang percuma.yah benar, banyak waktu terbuang percuma yang mereka habiskan untuk hal yang ujungnya hanya akan menjadi sesuatu yang sangat nyesek.
mereka selalu menghabiskan waktu dengan memperhatikan kebiasaan si doi.

dari apa kesukaanya. apa yang selalu ia lakuin pada jam istirahat. jam berapa biasa dia di jemput bokapnya.apa warna kesukaanya.menjadi stalker untuk mengecek Time line dia di twitter. sampai hal detail seperti kebiasaan ia menyingkap poninya.

hanya saja sedikit keberanian mereka telah habis oleh ketidak PD-an mereka sendiri. mungkin untuk menyapa "hai" saja mereka butuh latihan berminggu-minggu di depan cermin. walaupun ada timing yang pas seperti sedang berpapasan di kantin. ia merasakan titik terdekat pada saat berpapasan dan berharap waktu berhenti pada saat itu hanya untuk dapat berani menatap matanya secara langsung.

yah mungkin tidak semua yang indah itu harus berjalan sesuai dengan apa yang kita mau. mereka yang pernah mengalami hal seperti ini biasanya lebih banyak belajar bahwa kita harus lebih memahami apa itu tujuan dari PDKT.

karena pada dasarnya "PDKT bertujuan untuk membedakan mana orang yang kita mau dan mana orang yang kita butuhkan"

terakhir kali, gue selalu terenyuh dengan kalimat diatas :')
"maybe the person we love does not always have what we want, but they usually are around us"-@ayyiep_yiep

0 komentar:

Posting Komentar