Episode Hitam


Karenamu ku tlah memupuskan senyumku

Karenamu juga tlah ku abaikan harapku

Hanya karena media alphabet ini aku mengecup

Lantas aku melewatkan ujung senyum bibirmu


Getarmu tlah menjatuhkan tingginya egoku

Setidaknya satu atau dua dan tiga

Tapi hanya membuatnya terjatuh saja kau tlah berprosa ria

Sedangkan aku, tersesal tiada ujung


Entahlah sedikitpun aku tak menyimpannya dalam Pandora

Aku hanya berusaha berkelit dalam seribu persimpangan

Bahkan menengadahpun aku tak mampu lagi

Dewi, kini sadarkah kau,

Aku senyap tanpa kau hitamkan, sebelum kau bergegas . . . .



Triyan Arief Wibowo

Komentar

  1. eciyey, puisi dari hsti nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe gag juga . . . :D
      terimakasih kunjungannya :)

      Hapus
  2. bagus puisinya.. aku ga bisa ngarang puisi sebagus itu.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah km terlalu merendah nih, makasih yah udah berkunjung :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. gue sendiri gak ngerti ini puisi atau prosa. hanya senang menuangkan semuanya dalam media alfabet.

      Hapus
  4. nice post :)
    ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

    BalasHapus
  5. sejak dulu saya ngga pernah bisa bikin puisi,
    salut dengan orang2 yang punya bakat di bidang ini.. :)

    ~salam kenal dari mahasiswa biologi.. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

AutoText or AutoAlay?

anomali rasa

cinta satu arah