Sebuah foto dalam bingkai hitam putih

by Juli 07, 2012 4 komentar

Sebuah foto dalam bingkai hitam putih

Belakangan ini gue sering terbangun tengah malam, seperti yang terjadi ketika gue nulis ini. Malam kali ini berbeda dengan malam yang sebelumnya karena di balut dengan rintik hujan yang seolah memaksa untuk menemaninya. Gue iseng-iseng liat-liat foto lama di PC dari foto sewaktu gue masih di rumah lama yang udah 10 taun gue tempati da nada juga beberapa foto beberapa orang yang pernah memberi warna di hidup gue. Entah kenapa gue jadi pengen nulis tentang hal-hal yang malah ngebuat galau sendu seperti ini.

Iya gue ngeliat lagi beberapa hubungan yang pernah gue jalani, simple, senyum, dan pahit. Sama halnya dengan hujan tapi kali ini tidak ada kehangatan sesdudahnya. Satu hal yang gue bisa petik dari sekian hubungan yang gue jalani adalah “tidak ada cinta yang spontanitas” yang gue rasakan itu hanya sebatas suka dan mengagumi, tapi yang terjadi setelahnya adalah gue maksa hal itu untuk berubah menjadi cinta. Tetap tidak akan bisa berubah.

Menurut gue cinta itu datang hanya sekali dan dialah yang disebut dengan jodoh. Jadi selama kita masih mengalami tidak kecocokan dalam suatu hubungan dan akhirnya putus itu berarti kita memaksakan rasa suka/mengaggumi menjadi cinta. Atau mungkin kita saja yang belum begitu paham apa yang kita sendiri rasakan. Dulu gue pernah suka sama satu cewek dan satu hal yang gue gunakan sebagai bahan dasar untuk pedekate adalah impression dan gue pengen impression gue dimata dia adalah cowok yang romantis dan perfectionis sedangkan yang sebenernya adalah gue cowok yang berantakan dan masih suka ngupil pake jempol kaki. Dan akhirnya kita putus karena kita sudah tidak saling menyamankan satu sama lain. Atau memang sejak awal gue udah maksa untuk menyamankan semuanya.

Tidak sengaja gue ngeliat satu foto rumah lama gue. Gue jadi ingat semua kenangan yang pernah terjadi dirumah itu. Saat pertama kali pindah kerumah itu gue tidak bisa tidur karena suasana yang baru. Gue juga ingat kematian pertama dirumah itu adalah anak kucing peliharaan dirumah gue. Dia mati karena ketindis kaka gue waktu tidur. Gue juga ingat mantan pacar gue bikin surprise bawain kue gede tepat pukul dua belas malam. Rumah lama gue juga pernah gue jadiin rental PS yang lama kelamaan jadi terkenal sekompleks. Potongan-potongan flashback ini muncul, semakin lama semakin banyak.

Seperti di sinetron-sinetron biasanya adegan flashback seperti ini menghabiskan tiga episode. Dan gue pun menghabiskan waktu hanya untuk mencoba mengingat ingatan terjauh tentang rumah lama gue ini. Satu-satunya memory terjauh tentang rumah ini yang bisa gue ingat adalah ketika hari pertama dirumah baru. Nyokap ngebuat eksperimen tentang kue kering yang di buatnya dan alhasil kue itu gagal, sebagai kelinci percobaannya adalah anak-anaknya. Malamnya gue nyoba nakutin pembantu gue dengan make kain putih dan gue berdiri di depan pintu kamarnya menggunakan kursi, bukannya dia takut malah dia jerit-jerit dan dengan refleks mengambil raket listrik didekatnya, memukuli gue bertubi-tubi hingga suara jeritan gue menutupi suaranya.

Kenangan rumah itu sama halnya dengan kenangan beberapa orang itu.mereka sama-sama memiliki warna yang berbeda, coklat kemudian hitam putih.

Masih terasa lucu bagaiman caranya hingga dua orang bertemu dalam keadaan bahagia dan diakhiri dengan keadaan sedih”.Yah semua telah menjadi kenangan yang lalu dan telah di masukkan dalam kardus untuk disimpan, semoga tidak ada yang ketinggalan untuk dimasukkan.

4 komentar:

  1. . . cieyyyyyyyyyy,, lagi bahas tentang kenangan niyechhhh,, he..86x. oia follback sukses k-10. lamken ya?!? . .

    BalasHapus
  2. kenangan itu gak bisa terlupakan maupun tergantikan

    BalasHapus