Episode Tertinggal

by Agustus 02, 2012 6 komentar


Ranah rembulan memberi sedikit rindu

Fana ini membuat dunia baru, dunia pilu

Jauh sebelum kau menjadi bulir debu

Tlah ku teteskan sanubari bisu


Semakin kau menjejak

Semakin ku seperti pohon

Menunggu, hatiku, tuturku

Akarnya masuk dalam menghujam jantung

Detak terhenti, sendu tiada arti


Meninggalkan udara kering berbungkuskan kenangan

Dihanyutkan tanpa batas dan alas sesal

Senyum bukan sedih, tak lagi menjadi senja

Hingga aku menapaki lembab basah yang baru

Sedangkan esok, alam menanti . . .



Triyan Arief Wibowo

6 komentar: