bianglala

sumber google image

aku teringat malam pertama kita tiba di 303. kamu terlihat antusias dengan pemandangan malam dari jendela kamar. terlihat beberapa kali kamu menginginkan untuk pergi ke bianglala yang terlihat tidak terlalu jauh dari lokasi cidream.

aku senang melihatmu bahagia apapun itu kondisinya akan terus kuusahakan agar keinginanmu terkabul. malam itu aku langsung mencari info tentang taman bermain itu dan benar saja jaraknya tidak terlalu jauh.

tulisan ini memang terkadang tidak sesuai urutan hari disana saat itu, karena aku hanya mau menulis sesuatu yang membuatku teringat. jadi maaf lorujwa6 jika kamu sedikit bingung dengan alur cerita yang berubah-ubah. setidaknya hal ini bisa menjadi bahanmu untuk sedikit mengingat tentang kita disana.

lorujwa6, aku bahagia.
sangat amat bahagia ketika melihat ekspersimu saat kita berdua menaiki bianglala malam itu. sepasang mata yang ingin sejenak menghentikan waktu, lampu-lampu kota yang khas, suasana yang selalu hangat di kesenyapan kita berdua. yah walaupun 75% kegiatan kita berdua saat di bianglala hanya sibuk mendokumentasikan semuanya tapi aku bahagia dengan itu semua.

raut kekesalanmu saat di wahana bom-bom car dikarenakan kamu satu-satunya korban yang paling mudah untuk ditabrak kesana-kemari...hhaha kalau mengingat raut wajah itu ingin sekali aku mencium pipimu lorujwa6. jujur pada tulisan ini aku menitikkan air mataku, luapan kenangan yang semakin diperjelas dengan wajahmu itu. 

hingga kita berdua kelelahan dan memutuskan untuk duduk berdua sekedar menikmati pemandangan sekitar taman bermain tersebut.

"Aku nyaman disini, orang-orang yang ramah, dan suasanannya" dengan nada bicaramu yang pelan dan seperti menyimpan banyak harapan didalamnya mungkin tak sempat terucap semua.

"Suasana kota santri?" candaku yang kemudian memecah keheningan sejenak kita berdua dengan tawa khasmu.

sekali lagi, aku suka caramu tertawa dan cemberut. mungkin itu salah satu alasan kenapa aku suka sekali menjahilimu.

Komentar

  1. Ah ngomongin bianglala jadi ingat masa masa di pekan raya, jaman kecil dulu suka sekali naik bianglala, apalagi kalo moment di atas itu terasa begitu tinggi, indah :)))

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

AutoText or AutoAlay?

anomali rasa

cinta satu arah